Nama : Top Aitiipat Kulapongvanich
TTL : Thailand, 1984
TTL : Thailand, 1984
Seperti remaja
pada umumnya, ketika Top berusia 16 tahun pada tahun 2004 disaat masih SMA dan
membuatnya menelantarkan sekolahnya, ia adalah seorang pecandu game online yang
beruntung karena ia memiliki penghasilan dari hobinya tersebut dengan menjual
senjata dalam game kepada sesama pemain lainnya yang pada waktu itu game
tersebut digandrungi banyak remaja seumurannya sehingga banyak remaja rela
mengeluarkan uang demi membeli senjata tersebut. Uang yang didapatkan begitu
banyak, ia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht. Alhasil, Top bisa
membeli sebuah mobil dari penghasilannya tersebut. Namun kedua orang tuanya
tidak mempercayai bahwa mobil tersebut hasil dari bermain game, bahkan ibunya
menyuruhnya mengembalikan mobil tersebut ke asalnya.
Efek terus bermain game, ia jadi tidak mempedulikan urusan sekolahnya. Ia bahkan pernah ditegur oleh kepala sekolah dengan memanggil kedua orangtuanya. Namun, Top yang memiliki sifat keras kepala tetap ingin terus bermain game guna meraih penghasilan.
Lama-kelamaan game online yang Top gandrungi di blokir karena telah melakukan perdagangan illegal. Top yang memiliki jiwa berbisnis berpikir ulang bagaimana caranya agar ia tetap terus mempunyai penghasilan, akhirnya ia memulai usaha untuk berjualan DVD Player dengan hasil sisa penghasilan game online. Disinilah kegagalan pertama yang ia alami, yaitu DVD Player yang ia beli dari salah satu penjual ternyata adalah barang bajakan. Ia meminta ganti rugi kepada penjual tersebut, namun penjual tersebut malah menyalahnya dikarenakan saat Top membeli dulu tidak diperiksa dahulu apakah barang yang dibelinya bajakan atau tidak, dikarenakan bajakan, maka tidak ada garansinya.
Orangtuanya terus menuntut agar ia kuliah. Akhirnya Top menuruti, ia ikut seleksi masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) namun tidak lulus sehingga ia mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Awalnya ayahnya tidak setuju ia masuk PTS dikarenakan biaya kuliah di PTS lebih mahal daripada PTN. Lama-kelamaan ayahnya menyetujui untuk mebiayai kuliahnya, namun ia menolak pemberiannya. Ia membayar uang kuliahnya dengan menjual kalung jimat milik ayahnya yang telah ia curi.
Namanya juga Top, walaupun kini ia sudah kuliah, ia lebih banyak menghabiskan waktunya diluar untuk mencari ide untuk berbisnis lagi. Suatu ketika, ia datang ke sebuah acara yang menampilkan berbagai macam mesinyang dapat memproduksi makanan dengan cepat. Ia tertarik dengan dengan mesin untuk memasak kacang. Kemudian ia menyewa mesin olahan tersebut untuk dipakai berbisnis. Sebelum memulai bisnis kacang, ia mensurvey terlebih dahulu bagaimana memilih kacang yang baik, serta cara mengolahnya sehingga menghasilkan kacang yang enak dan layak dijual.
Efek terus bermain game, ia jadi tidak mempedulikan urusan sekolahnya. Ia bahkan pernah ditegur oleh kepala sekolah dengan memanggil kedua orangtuanya. Namun, Top yang memiliki sifat keras kepala tetap ingin terus bermain game guna meraih penghasilan.
Lama-kelamaan game online yang Top gandrungi di blokir karena telah melakukan perdagangan illegal. Top yang memiliki jiwa berbisnis berpikir ulang bagaimana caranya agar ia tetap terus mempunyai penghasilan, akhirnya ia memulai usaha untuk berjualan DVD Player dengan hasil sisa penghasilan game online. Disinilah kegagalan pertama yang ia alami, yaitu DVD Player yang ia beli dari salah satu penjual ternyata adalah barang bajakan. Ia meminta ganti rugi kepada penjual tersebut, namun penjual tersebut malah menyalahnya dikarenakan saat Top membeli dulu tidak diperiksa dahulu apakah barang yang dibelinya bajakan atau tidak, dikarenakan bajakan, maka tidak ada garansinya.
Orangtuanya terus menuntut agar ia kuliah. Akhirnya Top menuruti, ia ikut seleksi masuk di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) namun tidak lulus sehingga ia mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Awalnya ayahnya tidak setuju ia masuk PTS dikarenakan biaya kuliah di PTS lebih mahal daripada PTN. Lama-kelamaan ayahnya menyetujui untuk mebiayai kuliahnya, namun ia menolak pemberiannya. Ia membayar uang kuliahnya dengan menjual kalung jimat milik ayahnya yang telah ia curi.
Namanya juga Top, walaupun kini ia sudah kuliah, ia lebih banyak menghabiskan waktunya diluar untuk mencari ide untuk berbisnis lagi. Suatu ketika, ia datang ke sebuah acara yang menampilkan berbagai macam mesinyang dapat memproduksi makanan dengan cepat. Ia tertarik dengan dengan mesin untuk memasak kacang. Kemudian ia menyewa mesin olahan tersebut untuk dipakai berbisnis. Sebelum memulai bisnis kacang, ia mensurvey terlebih dahulu bagaimana memilih kacang yang baik, serta cara mengolahnya sehingga menghasilkan kacang yang enak dan layak dijual.
Setelah menemukan
cara-cara tersebut, ia dibantu pamannya untuk membuka bisnis barunya tersebut.
Ia mencari lahan di mall untuk memasarkan olahannya. Pada awalnya hanya sedikit
pembelinya. Namun ia mencari tahu apa yang menyebabkan tokonya hanya memiliki
sedikit pembeli, ternyata lokasi tokonya tidak strategis yaitu jarang
pengunjung mall yang melewati area tokonya. Akhirnya ia minta pindah lokasi ke
lokasi yg strategis dari mall tersebut. Setelah tokonya pindah, omset penjualan
kacangnya naik dan ia membuka cabang baru di mall yang sama. Cobaan berikutnya
kembali menerpa usaha Top, pihak mall mencabut kontrak dengannya karena mesin
olahan kacangnya menimbulkan asap yang menyebabkan atap mall jadi rusak dan kotor.
Saat ia berusia 18 tahun, orangtua Top bangkrut dan memutuskan untuk pindah ke China. Top bersikeras untuk tetap tinggal di Thailand bersama pamannya yang setia menemaninya. Kemudian, ia harus menerima cobaan lagi bahwa rumah yang ia tinggali dalam proses penyitaan bank.
Top melihat peluang bisnis ketika kekasihnya yaitu Lin membawakannya oleh-oleh rumput laut dari Rayong. Top memutuskan untuk berbisnis rumput laut. Awalnya ia membeli rumput laut mentah dengan banyak yang kemudian ia goreng sendiri dengan dibantu pamannya. Rasa rumput laut yang ia goreng pahit. Ia merasa kesulitan dengan ide barunya ini, ia berpikir cara untuk mengolah rumput laut yang enak dan bagaimana caranya agar rumput laut bisa awet lama.
Masalah cara mengawetkan rumput laut berhasil ia pecahkan dengan bertanya kepada professor fakultas ilmu dan teknologi pangan di kampusnya.Professor tersebut menyarankan untuk membuat makanan tidak mudah basi dengan membuat vakum kemasan dan mengganti dengan nitrogen. Namun, masalah cara menghasilkan rasa rumput laut yang enak belum berhasil ia pecahkan. Top kemudian membeli banyak rumput laut, kemudian pamannya mencoba menggorengnya lagi, sampai pada kardus terakhir mereka belum menghasilkan rumput laut yang enak. Top tidak menyerah sampat situ saja, ia kemudian membeli lagi rumput laut mentah. Sampai suatu ketika, ia tiba dirumah didapatinya pamannya sudah jatuh dan terdapat darah di kepalanya. Kemudian, ia membawa pamannya kerumah sakit.
Keesokan harinya Top mencoba memasak rumput laut yang dibelinya.Namun rasa yang dihasilkan tetap saja pahit. Ia tidak putus asa hingga sampai stock rumput lautnya habis, ia merasa kesal. Kemudian ia melihat ada rumput laut tersisa yang terkena hujan. Ia goreng rumput laut tersebut dan rasanya tidak pahit lagi. Akhirnya, ia berhasil menemukan cara agar rumput laut yang dihasilkan enak dan tidak pahit yaitu dengan cara diembunkan terlebih dahulu.
Dalam tekanan yang begitu hebat, Top berusaha mencari tahu tentang berbagai strategi penjualan. Ia bahkan rela belajar langsung dari pasar dengan bertanya kepada para pedagang. Inspirasi datang ketika ia berbelanja di 7-Eleven. Ia menerapkan metode yang pernah diajarkan ketika kursus bisnis yaitu metode ekspansi penjualan ke berbagai Negara. Ia mencoba mendaftarkannya di 7-Eleven. Awalnya ditolak, namun ia tidak menyerah begitu saja. Ia memperbaiki produknya dengan kemasan yang lebih kecil, dan inovasi produknya. Ia kembali mempresentasikannya dan diterima. Namun , ia harus memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Untungnya juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa dan akhirnya Top bangun menjadi sebuah pabrik. Peninjauan pabriknya masih belum dinyatakan lolos sebab masih banyak kekurangan pabriknya. Ia kemudian memperbaikinya dan diterimalah kerjasamanya.
2 Tahun kemudian saat usianya menginjak 19 Tahun, Top berhasil membayar hutang orangtuannya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya yang sempat disita oleh bank.
Top Ittipat di usianya yang ke 26 tahun, ia sudah memiliki 2500 karyawan dan mengirim ke 6000 cabang 7-Eleven dan supermarket di seluruh dunia. Top kini telah memiliki lahan perkebunan rumput laut di Korea Selatan dan pendapatannya mencapai 1,5 Milliar Bath (450 Miliar Rupiah) pertahun. Top Ittipat kini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai A Young Billionaire from Thailand. Bahkan kisah suksesnya juga diangkat kedalam film layar lebar berjudul Top Secret : The Billionaire yang mengisahkan bagaimana Top Ittipat berjuang jatuh bangun membangun usahanya.
Pesan yang bisa saya dapat dari kisah suksesnya adalah :
1. "Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah".
2. "Bila kita berpikir akan kaya maka kita akan kaya. Bila kita berpikir akan sukses makakita akan sukses. Cara berpikir yang baik akan memberikan kekuatan. Jadilah pribadi yang selalu berpikir optimis dan positif. 3. "Sesuatu itu akan datang kepadamu, namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu".
Saat ia berusia 18 tahun, orangtua Top bangkrut dan memutuskan untuk pindah ke China. Top bersikeras untuk tetap tinggal di Thailand bersama pamannya yang setia menemaninya. Kemudian, ia harus menerima cobaan lagi bahwa rumah yang ia tinggali dalam proses penyitaan bank.
Top melihat peluang bisnis ketika kekasihnya yaitu Lin membawakannya oleh-oleh rumput laut dari Rayong. Top memutuskan untuk berbisnis rumput laut. Awalnya ia membeli rumput laut mentah dengan banyak yang kemudian ia goreng sendiri dengan dibantu pamannya. Rasa rumput laut yang ia goreng pahit. Ia merasa kesulitan dengan ide barunya ini, ia berpikir cara untuk mengolah rumput laut yang enak dan bagaimana caranya agar rumput laut bisa awet lama.
Masalah cara mengawetkan rumput laut berhasil ia pecahkan dengan bertanya kepada professor fakultas ilmu dan teknologi pangan di kampusnya.Professor tersebut menyarankan untuk membuat makanan tidak mudah basi dengan membuat vakum kemasan dan mengganti dengan nitrogen. Namun, masalah cara menghasilkan rasa rumput laut yang enak belum berhasil ia pecahkan. Top kemudian membeli banyak rumput laut, kemudian pamannya mencoba menggorengnya lagi, sampai pada kardus terakhir mereka belum menghasilkan rumput laut yang enak. Top tidak menyerah sampat situ saja, ia kemudian membeli lagi rumput laut mentah. Sampai suatu ketika, ia tiba dirumah didapatinya pamannya sudah jatuh dan terdapat darah di kepalanya. Kemudian, ia membawa pamannya kerumah sakit.
Keesokan harinya Top mencoba memasak rumput laut yang dibelinya.Namun rasa yang dihasilkan tetap saja pahit. Ia tidak putus asa hingga sampai stock rumput lautnya habis, ia merasa kesal. Kemudian ia melihat ada rumput laut tersisa yang terkena hujan. Ia goreng rumput laut tersebut dan rasanya tidak pahit lagi. Akhirnya, ia berhasil menemukan cara agar rumput laut yang dihasilkan enak dan tidak pahit yaitu dengan cara diembunkan terlebih dahulu.
Dalam tekanan yang begitu hebat, Top berusaha mencari tahu tentang berbagai strategi penjualan. Ia bahkan rela belajar langsung dari pasar dengan bertanya kepada para pedagang. Inspirasi datang ketika ia berbelanja di 7-Eleven. Ia menerapkan metode yang pernah diajarkan ketika kursus bisnis yaitu metode ekspansi penjualan ke berbagai Negara. Ia mencoba mendaftarkannya di 7-Eleven. Awalnya ditolak, namun ia tidak menyerah begitu saja. Ia memperbaiki produknya dengan kemasan yang lebih kecil, dan inovasi produknya. Ia kembali mempresentasikannya dan diterima. Namun , ia harus memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Untungnya juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa dan akhirnya Top bangun menjadi sebuah pabrik. Peninjauan pabriknya masih belum dinyatakan lolos sebab masih banyak kekurangan pabriknya. Ia kemudian memperbaikinya dan diterimalah kerjasamanya.
2 Tahun kemudian saat usianya menginjak 19 Tahun, Top berhasil membayar hutang orangtuannya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya yang sempat disita oleh bank.
Top Ittipat di usianya yang ke 26 tahun, ia sudah memiliki 2500 karyawan dan mengirim ke 6000 cabang 7-Eleven dan supermarket di seluruh dunia. Top kini telah memiliki lahan perkebunan rumput laut di Korea Selatan dan pendapatannya mencapai 1,5 Milliar Bath (450 Miliar Rupiah) pertahun. Top Ittipat kini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai A Young Billionaire from Thailand. Bahkan kisah suksesnya juga diangkat kedalam film layar lebar berjudul Top Secret : The Billionaire yang mengisahkan bagaimana Top Ittipat berjuang jatuh bangun membangun usahanya.
Pesan yang bisa saya dapat dari kisah suksesnya adalah :
1. "Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah".
2. "Bila kita berpikir akan kaya maka kita akan kaya. Bila kita berpikir akan sukses makakita akan sukses. Cara berpikir yang baik akan memberikan kekuatan. Jadilah pribadi yang selalu berpikir optimis dan positif. 3. "Sesuatu itu akan datang kepadamu, namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu".

Comments
Post a Comment